Make your own free website on Tripod.com

.: SEJARAH SMK NUSANTARA BATANG :.

SMK Nusantara Batang berdiri pada tahun 1998. Pada awal mula pendiriannya bernama SUPM (Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Nusantara Batang. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar pertama kali pada tahun ajaran 1998-1999. Badan hukum yang menyelenggarakannya adalah Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Batang yang berlokasi di jalan R.E. Martadinata no 305 Karangasem Utara Batang. Melalui keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Pertanian no 224/Kep/DL-120/9/1998 SUPM Nusantara Batang mulai melakukan kegiatan belajar mengajar.

Latar belakang pendirian SUPM (Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Nusantara Batang adalah adanya keinginan dan cita-cita para pengurus NU Batang dalam memberdayakan sumber daya perikanan Batang supaya lebih manfaat dan memberi kemakmuran pada penduduk sekitar. Sebagaimana diketahui, bahwa wilayah Kabupaten Batang dengan luas wilayah 85.425,841 hektar memiliki kawasan pesisir pantai sepanjang 38,5 Km dengan lebar rata-rata 4 Km. Wilayah Kabupaten Batang berada di jalur pantai utara yang melintasi 5 (lima) kecamatan, yaitu : Batang, Tulis, Subah, Limpung dan Gringsing yang didalamnya terdapat 14 desa dan kelurahan dengan hasil produksi ikan laut selama tahun 2001 mencapai 18570,10 kuintal dengan perbandingan jumlah penduduk pada tahun yang sama berjumlah 668.932. Dibidang SDM, yang bergerak dibidang perikanan dan kelautan sekitar 10.961 orang, industri kecil 3609 buah, industri sedang 74, industri besar 33, armada penangkapan 532. Sarana dan prasarana yang telah dimiliki Kabupaten Batang yaitu PPI (Pusat Pendaratan Ikan) dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di lima wilayah Kecamatan yang telah dilengkapi dengan Sekretariat Siskamnas lengkap dengan radio komunikasi, Pos Keamanan, KUD Mina, Waterda dan SPBU. Jumlah nelayan Kabupaten Batang sekitar 2% atau 10.961 orang, namun bila dihitung bersama istri dan anak-anak mereka maka terdapat sekitar 54.805 jiwa yang hidup dari sektor kelautan. Pendidikan nelayan rata-rata tamatan SD, sehingga kemampuan menyerap perkembangan dan penguasaan teknologi sangat kurang.

Memperhatikan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang bahwa hasil produksi ikan laut Batang mengalami fluktuasi, bisa dilihat pada tahun 1999 hasil produksi ikan laut mencapai 233.689,40 kuintal, tahun 2000 mencapai 171.759,26 kuintal dan tahun 2001 mencapai 187.570,10 kuintal. Melihat potensi sumber daya kelautan serta letak geografis yang sangat strategis, maka dirasa perlu segera mencetak generasi muda yang unggul di bidang perikanan. Penyiapan sumber daya manusia dalam pembangunan perikanan menjadi sesuatu yang penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di daerah Batang. Bukan mustahil, bila sub sektor perikanan dan kelautan bisa dijadikan andalan dalam menopang ekonomi daerah.

Pada tahun 1997, para pengurus NU Kabupaten Batang mengadakan pertemuan guna pembahasan pembentukan SUPM Nusantara. Motor penggerak kegiatan mulia tersebut diantaranya adalah Drs. Mohammad Akhyas M.Si, Ir. Nasrun Diat, Solikhin S.Pd, Drs. Kamal Yusuf dan para pengurus NU Batang lainnya. Mereka bersepakat untuk mendirikan sebuah sekolah khusus di bidang perikanan dan kelautan setelah mempertimbangkan berbagai faktor pendukung. Akhirnya pada tahun 1998 dibentuklah SUPM (Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Nusantara di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Batang. Sekolah ini masih menginduk pada SUPM Negeri Tegal di bawah naungan Departemen Pertanian pada saat itu. Bupati Batang, saat itu memberikan tanah hibah yang sekarang dibangun gedung sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar.